Senja Tak Bernama
Menatap keheningan malam-Nya yang luas tanpa bintang.
Sepertinya kerinduan ini akan terus
mengalir mengisi sudut-sudut jiwa.
Yang kering kerontang, tanpa arah dan
tujuan.
Namun sejenak terhenti, bermuhasabah
diri.
karena jiwa dan nadi ini hanyalah milik-Nya.
Masihkah berpaling ? ketika cinta-Nya
lebih indah dari segala Cinta?
Masihkah menangis sedih? Ketika hati
di sentuh lembut kasih-Nya?
Sejuta tasbih tak mampu membalas
segumpal bahagia hati yang Allah berikan.
Dimana tangis sepi berganti senyum
yang memerahkan hati.
Selamat datang wahai senja tak bernama.
Menyambut dinginnya sang malam.
Yang menyerinai hati dan jiwa melalui
dawai-dawai cinta.
Tumbuh merembak di taman hatiku dan
hatimu, menjadi satu.
Datang sepaket cinta dari sang maha Pencipta.
Untukmu dan untukku.
07.44
|
Label:
Karyaku
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog List
Jumlah Pengunjung
Blogroll
About
Sumber : http://fatholthearseko.blogspot.com/2012/08/kumpulan-jam-islami.html#ixzz2UXFRyhZU
Blogger templates
https://a1.sndcdn.com/images/default_avatar_large.png?9556ac0
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
-
Sore ini hujan turun perlahan menyirami bumi rafflesiaku yang beberapa hari ini terik sungguh menyengat mentari. Hujan maghrib ini kusambu...
-
Jika setiap puisi adalah do’a Aku harap ini adalah puisi. Kristal bening berjatuhan, saat mengadahMu. Ku tak ingin malam ini cepat b...
-
Aku tak tau Apa yang harus aku katakan. Aku bingung Bagaimana aku mengungkapkannya. Sungguh... Lebih-lebih apa yang harus kulaku...
-
Dikeheningan malam. Tanpa cahaya bulan. Kutatap langit tampak kelam. Kini malam tak seperti biasa. Begitupun pelita mendekap sun...
-
Aceh, 12-12-2012 Matahari mulai mengintip malu-malu dari jendela kamarku. Malamnya aku hampir tidak bisa memejamkan mata, karena me...
-
Sore tak seperti biasa, warna jingga tak kutemui dalam pancaran mega senja. Aku mengayunkan kaki di antara krikil yang kulalui. Denga...
-
Alarn disebelahku meraung-raung. Tanganku reflex menyambar dan langsung mematikannya. Kuperhatikan kamar yang remang-remang hanya ada s...
-
Sebenarnya setiap malam aku menulang Rasa Berjalan di antara pelita langit Segalanya gelap, beringsut lalu menghilang Terbit seutas c...
-
Gemuruh jiwa aku beringsut Badai menerpa, kapal tetap berlayar Hempasan gelombang, hampir tak sanggup aku berdiri. Hanyut bersama c...
-
Jika hujan adalah rindu Maka penantian adalah pelangi. Dan.. Jika rintik adalah tangis. Anggap saja aku menangis menantimu. ...
Blog Archive
About Me
- Unknown

0 komentar:
Posting Komentar
Komentar Sahabat